SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tontonan
Beranda ยป Berita ยป Tak Semua Anime Layak untuk Anak, Pahami Batas Usia untuk Tonton Anime

Tak Semua Anime Layak untuk Anak, Pahami Batas Usia untuk Tonton Anime

 Foto: Poster Anime Digimon

Foto: Poster Anime Digimon

Anime adalah bentuk hiburan populer yang berasal dari Jepang dan telah meraih popularitas yang besar di seluruh dunia. Salah satu aspek penting dalam anime adalah demografi dan rating usia yang ditujukan untuk penonton tertentu.

Sebagai orang tua, harus bijak memilih tontonan yang baik untuk anak, termasuk memilih tontonan anime. Ini agar anak terhindari dari perbuatan negatif akibat meniru perilaku karakter anime yang belum cocok dengan usianya. Memahami rating usia atau demografi sangatlah penting dalam menonton film, termasuk anime. Demografi ini membantu menentukan gaya cerita, karakter, dan tema yang akan diangkat dalam setiap seri anime.

Beberapa anime meskipun menampilkan karakter yang warna warni dan imut, terkadang membawa konflik yang terlalu berat untuk dicerna anak anak. Beberapa anime ada yang menampilkan adegan tak pantas seperti kekerasan. Menonton anime yang sesuai umurnya bisa membuat masa kecil anak menjadi bahagia.

Anime TV Victoria of Many Faces Ungkap Visual Teaser, Siap Tayang Juli 2026

Dalam artikel ini, kita akan membahas tiga demografi utama dalam anime: shounen, seinen, dan kodomo.

1. Shounen: Anime untuk Remaja Laki-Laki

Shounen
adalah demografi anime yang ditujukan untuk remaja laki-laki usia 12
hingga 18 tahun. Anime shounen sering kali menampilkan petualangan,
aksi, dan pertarungan yang epik. Contoh terkenal dari anime shounen
adalah “Naruto,” “One Piece,” dan “Dragon Ball.”

Cerita
dalam anime shounen sering kali berpusat pada tokoh utama yang berjuang
untuk mencapai tujuannya, menghadapi rintangan, dan berkembang sebagai
pahlawan yang kuat. Anime shounen juga cenderung memiliki elemen
persahabatan, semangat, dan keadilan yang kuat.

Rating
usia untuk anime shounen biasanya berkisar antara PG (Parental
Guidance) hingga PG-13 (Parental Guidance-13). Beberapa adegan kekerasan
atau konten yang mungkin tidak cocok untuk anak-anak di bawah usia 13
tahun dapat ada dalam anime shounen.

Dari Boyband ke Bintang Solo, Harry Styles Blak-blakan Soal Rasa Sepi dan Tekanan Karier

2. Seinen: Anime untuk Pria Dewasa

Seinen
adalah demografi anime yang ditujukan untuk pria dewasa usia 18 tahun
ke atas. Anime seinen sering kali lebih kompleks, gelap, dan berfokus
pada tema yang lebih matang. Contoh anime seinen yang terkenal meliputi
“Attack on Titan,” “Death Note,” dan “Berserk.”

Cerita
dalam anime seinen sering kali menggali masalah sosial, politik,
moralitas, dan psikologis yang rumit. Anime seinen juga dapat
menampilkan adegan kekerasan, seksualitas, dan konten dewasa lainnya.

Rating
usia untuk anime seinen biasanya berkisar antara PG-13 hingga R
(Restricted). Beberapa seri seinen juga memiliki rating usia 17+ atau
18+ karena konten yang lebih eksplisit dan berat.

3. Kodomo: Anime untuk Anak-Anak

The Elusive Samurai Resmi Tamat di Weekly Shonen Jump, Volume Final Terbit Oktober 2026

Kodomo
adalah demografi anime yang ditujukan untuk anak-anak usia dini hingga
remaja. Anime kodomo sering kali memiliki cerita yang lebih sederhana,
lucu, dan penuh dengan nilai-nilai pendidikan positif. Contoh anime
kodomo yang terkenal meliputi “Doraemon,” “Pokรฉmon,” dan “Sailor Moon.”
Cerita dalam anime kodomo sering kali berfokus pada petualangan,
persahabatan, dan belajar dari pengalaman.

Rating
usia untuk anime kodomo biasanya berkisar antara TV-Y (All Children)
hingga TV-G (General Audience). Anime kodomo dirancang agar sesuai untuk
penonton anak-anak dan tidak mengandung konten yang tidak pantas. 

 4.Shoujo: Anime untuk Remaja Perempuan

Shoujo adalah salah satu
demografi anime yang ditujukan untuk remaja perempuan. Anime shoujo
sering kali menampilkan cerita yang berfokus pada percintaan,
persahabatan, dan pertumbuhan emosional karakter utama perempuan. Contoh
anime shoujo yang terkenal meliputi “Sailor Moon,” “Cardcaptor Sakura,”
dan “Fruits Basket.” Cerita dalam anime shoujo sering kali
menggambarkan kisah cinta yang manis, konflik emosional, dan eksplorasi
identitas diri.

Anime shoujo
umumnya memiliki rating usia yang lebih rendah, berkisar antara TV-Y
(All Children) hingga PG-13 (Parental Guidance-13). Meskipun demikian,
beberapa seri shoujo juga dapat mengandung tema yang lebih kompleks dan
lebih cocok untuk remaja yang lebih tua.

Anime
shoujo sering kali menampilkan estetika visual yang indah, dengan
desain karakter yang halus dan detail yang memperkuat nuansa romantis
dan imajinatif. Musik dan tema lagu-lagu dalam anime shoujo juga sering
kali memiliki kesan yang menggerakkan emosi penonton.

Dalam
anime shoujo, perempuan sering kali digambarkan sebagai tokoh utama
yang kuat, independen, dan berani. Anime ini juga sering kali menekankan
pentingnya persahabatan, kepercayaan diri, dan menghargai diri sendiri
serta orang lain.

Demografi
anime shoujo ditujukan untuk remaja perempuan dan menampilkan cerita
yang berfokus pada percintaan, persahabatan, dan pertumbuhan emosional.
Anime shoujo memiliki rating usia yang lebih rendah dan sering kali
menampilkan estetika visual yang indah.

Dalam
anime shoujo, perempuan sering kali digambarkan sebagai tokoh utama
yang kuat dan berani. Dengan demikian, anime shoujo memainkan peran
penting dalam menyajikan cerita dan karakter yang relevan dengan
pengalaman remaja perempuan.

Demografi
dan rating usia dalam anime membantu penonton memilih seri yang sesuai
dengan usia dan minat mereka. Dalam artikel ini, kita telah membahas
tiga demografi utama dalam anime: shounen, seinen, dan kodomo.

Setiap
demografi memiliki gaya cerita, karakter, dan tema yang berbeda, serta
rating usia yang disesuaikan untuk penonton target mereka. Dengan
memahami demografi dan rating usia dalam anime, penonton dapat menikmati
pengalaman menonton yang sesuai dengan preferensi dan usia mereka.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *